sengaja saya posting surat anda di buletin ini untuk kita berbagi bersama dengan banyak teman dan sahabat lainnya.
Meilinda :
sorry bgt ya..saya pikir lbh baik kita urus negara kita yg idupnya jg banyak yg lbh susah..biar lah tu jd urusan mereka.bkn berarti kita gak peduli perdamaian dunia ya..kita pikir aja ngr kita apa uda bgs,semua jg kyk perang..cuma ini lbh halus,perang cucah cari mkn n pekerjaan…kl g sih berharap pd negara kita aja,buat istrael n palestina kita cukup berdoa aja supaya pedamaian dunia.thx
Teruntuk sahabatku Mei Linda, Sya mungkin bukan orang yang melihat tetangga Anda di mutilasi kemudian saya berdiam diri begitu saja.
dan saya bukan tipe orang yang melihat sebuah kesombongan atas nama apapun itu, membabi buta seolah Membunuh adalah “wajar” manakala pengaruh ideologi Salah secara Kaprah. dan benar secara chauvinist bahkan adil secara egoistik. ini jelas bukan sebuah kebenaran yang dimaksud dan bukan pula adil secara nurani. pasti ada yang salah dengan ajaran atau teologi yang melatar belakanginya.
ini pula yang saya teriakan ketika Amrozi cs meledakan Bom Bali, manusia harus di hargai secara manusiawi, kecuali mentalitas “master” yang memperbudak manusia dan manusia lainnya karena kebenaran yg bersifat “ascribed”. pendulum kebenaran menurut saya Nurani dan dari sanapulalah Tuhan yang maha benar menitipkan satu lagi Instrument bernama AKAL, sampai sejauh ini tentu anda mengerti bahwa membunuh anak-anak adalah tidak dibenarkan baik secara Akal maupun Nurani, dan mungkin saya dan banyak orang lagi didunia yang kerdil ini menggugat pembunuhan atas nama apapun, bahkan menggugat Hasrat untuk membunuh demi… sebuah Ketakutan Takut terbunuh (sebuah ketakutan yd dibuat oleh dirinya sendiri)
Terorisme Bukanlah faktor tunggal.
bagaimana kita mncerna ada orang malaysia bernama DR. AZAHARI yang NOTABENE satu rumpun mengobrak abrik bangsa tetangganya, menurut hemat saya itu sama dengan mencoreng mukanya sendiri.
dan menurut akal saya DR. AZAHARI. adalah hantu Blau yang sengaja diciptakan untuk mngentaskan bahwa memang ada Teroris di Indonesia, Ada Bom Maka Adalah Teroris, kita mngesampingkan berbagai fakta bahwa bahan peledak Bom Bali 1 Adalah semi nuklir yang pada beberapa tahun lalu hanya di kembangkan oleh Israel. (coba anda google-in aja)
lalu bagaimanakah perlawanan kita menghadapi jajahan Israel ini. jadi menurut Akal dan Nurani saya ini tidak Boleh dibiarkan, bahkan perlawanan ini harus lebih dari sekedar gugatan. Nyatanya memang banyak aparatus Israel di Indonesia, termasuk di berbagai lembaga tinggi Negara,. meski saya juga mengguggat mereka yang menuduh aliran pemikiran liberal adalah didanai Yahudi, justru menuduh dengan mengesamping dan menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya adalah TERORIS. fakta membuktikan bahwa didunia ini tidak ada satupun negara yang berani melanggar resolusi PBB hingga se-ABreq jumlahnya.
Fakta membuktikan mereka yang bertindak diluar konstelasi hukum adalah mereka yang membabi-buta memaksakan kebenaran.
ketika anda menyarankan saya “ngurusin” negara kita aja, tentu ada korelasi benang merahnya bahwa, KORUPSI, NEPOTISME, KERAKUSAN, KESERAHAKAN, NARKOBA, ANARKI adalah harus dilawan. ini tentu secara akal dan nurani. dan Nuklir hanya bisa dimiliki oleh Negara besar seperti Amerika dan Israel, kita tentu bertanya, kalau mereka menyerang kita dengan nuklir. anda masih bisa berpikir dengan akal kah? kalau anda melihat Anak anda kelak di bantai di depan mata anda sendiri, masih beranikah kita untuk melakukan pembiaran, saya teramat yakin anda pasti akan menggugat seperti cara saya menggugat.
setidaknya saya dan anda dan penduduk sebuah botol kecil bernama semesta ini memahami betapa keadilan adalah perjuangan, dan kebenaran adalah pilihan, dan Kesalahan adalah kekerdilan manusia dan bukan sebaliknya. GBU (semoga kita dilimpahkan hidayah kebenaran)
menarik membaca artikel aa yang satu ini, menggelitik, full idealis, n sangat filosofis. saya pribadi menempatkan pihak saya sebagai orang ketiga yang netral dan tidak memihak antara mbak meilinda dan aa dadan.
ketika selesei membaca artikel ini, ada 1 intuisi yang sangat merisaukan saya. pendapat yang anda tuangkan dengan kata-kata anda sangat menarik, tapi jujur, that’s not the point we should think about. so what’s the real point ? bagi saya bukan pada “what” tapi pada “why/how”. dalam artian pendapat ini (what)akan bersifat non-sense jika tidak disertai penjelasan tentang bagaimana tindakan atau langkah2 yang harus kita lakukan untuk mengimplementasikan pendapat kita tadi(how/why). so, daripada malam ini saya tidak bisa tidur (hehehehe) maka saya memutuskan untuk bertanya kepada aa dadan selaku caleg, apa langkah2 konkrit yang seharusnya kita lakukan dalam konflik israel-palestina ini? dan yang kedua, seandainya anda duduk di dewan (DPR/MPR) apa konsep yang ada di pikiran anda tentang tindakan yang seharusnya dilakukan oleh indonesia dalam konflik ini?
mungkin itu dulu pertanyaan saya, mohon maaf kalau mungkin saya akan sering berdiskusi dalam masalah2 seperti ini dengan anda. terima kasih.
Emang manusia itu makhluk yg egois.. n saat ini banyak kebenaran yg ditutup2i.
Memang Rakyat Indonesia masih banyak yg perlu dibantu.. tapi membiarkan begitu saja kejahatan luar biasa yg terjadi, adalah sebuah kejahatan jg.. mungkin dgn kapasitas kita sbg seorang rakyat biasa, terbatas sekali yg bisa dilakukan tapi kayaknya kita bisa lebih dr sekedar berdoa deh.. memberi bantuan kemanusiaan, n propaganda adalah salah satu yg bisa dilakukan.. kenapa propanganda?? krn Israel menyembunyikan banyak fakta dan terus-menerus membhongi dunia.. klo lah para pemimpin2 dunia ini masih takut pd Israel.. maka saatnya membangunkan kesadaran seluruh warga dunia untuk menentang ISrael yg sudah banyak menimbulkan keidakwarasan di dunia ini.
Dan khusus untuk rakyat Indonesia.. Ada fakta yg menjadi alasan kuat sebetulnya ttg mengapa kita harus mendukung Palestine.. Palestine adalah salah satu negara yg paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia selain Mesir saat kita baru saja merdeka.. saat dimana kita masih sangat butuh pengakuan dr negara2 lain agar merdeka secara de jure.. mereka jg selalu aktif dlm lobby internasional untuk mendukung kemerdekaan Indonesia..
Lebih jauh lagi.. saat kita belum merdeka mereka selalu mengirimkan dukungan.. agar Indonesia merdeka.. melakukan shalat gaib.. saat Indonesia diserang oleh agresi militer dan jatuh banyak korban saat itu.. bahkan menyumbangkan hartanya untuk membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu org terkaya di Palestine saat itu bahkan menyumbangkan semua tabungannya di salah satu bank untuk mendukung perjuangan Indonesia.. dan kesemua dukungan itu..walau bukan dalam bentuk membantu perang secara langsung.. sangat membantu Indonesia..
Jadi bila sekarang ada warga Indonesia yg bilang.. untuk apa kita ngurusin Palestine.. capek2 ngedukung ttg Palestine.. atau nyumbang harta untuk Palestine.. mending ngurus bangsa sendiri dl aja.. n biarin itu jadi urusan mereka.. maka SUNGGUH TIDAK TAHU MALU SEKALI ORANG KAYAK GITU.. padahal, walaupun Indonesia mungkin jg masih susah.. tapi setidaknya kita jauh lebh baik dr mereka.. dan di tiap kenikmatan yg kita rasakan sebagai bangsa yg merdeka.. terdapat saham mereka sebetulnya.. padahal dulu.. kita pernah dlm kondisi seperti mereka.. memperjuangkan kemerdekaan.. dan mereka membantu kita.. MEMBANTU KITA…